Glitter Words
Tampilkan postingan dengan label Prilaku Konsumen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prilaku Konsumen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2012

Konsep Diri dan Pola Konsumsi dalam Perilaku Konsumen

Konsep Diri dan Pola Konsumsi dalam Perilaku Konsumen
Mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi dan bermanfaat yang sesuai dengan keinginannya sudah pasti menjadi idaman setiap konsumen.  Begitu pula dengan kebutuhan akan produk dan jasa lainnya. Perilaku pembelian dan penggunaan produk perawatan diri dan kecantikan serta penggunaan jasa kebugaran sangat dipengaruhi oleh persepsi konsumen terhadap dirinya atau dengan kata lain, sangat terkait dengan konsep diri. Pada kuliah materi ini, ada beberapa hal menarik yang dapat saya simpulkan setelah dijelaskan oleh Bapak Ujang Sumarwan.
Konsep Diri
Konsep diri merupakan suatu konsep yang menggambarkan bagaimana sikap orang tersebut terhadap dirinya. Hawkins and Mothersbaugh (2010) dalam bukunya Ujang Sumarwan menyatakan bahwa self-concept is defined as the totality of individual's thoughts and feelings having reference to himselft or herself as an object. Konsep diri sangat terkait dengan karakter dan sifat-sifat dari kepribadian yang dapat merefleksikan perilaku konsumsinya. Misalnya, seorang konsumen dapat memandang dirinya sebagai orang yang modern dan dapat dengan mudah menerima inovasi.
Teori Konsep Diri
            Menurut Loudon dan Della Bita (1993) menyatakan bahwa empat teori utama tentang konsep diri dapat dibagi menjadi empat, yaitu:
1.      Self-Appraisal à Diterima atau tidaknya perilaku seseorang di masyarakat
2.      Reflected-Appraisal à Konsep diri yang terbentuk karena menerima      penghargaan dari orang lain dan enderung menganggap seseorang pasif
3.      Social-Comparison à seseorng sangat tergantung bagaimana dia memandang dirinya dalam kaitannya dengan orang lain
4.      Biased-Scanning à bagaimana pandangan seseorang terhadap lingkungannya
Berdasarkan keempat uraian di atas diartikan bahwa pengembangan konsep diri sangat tergantung pada aspirasi dan motivasi seseorang untuk mencapai tujuan tertentu.


By: Supawan
  • Class of Consumer Behavior Maret 2012
  • Department of Agronomy and Horticulture (Departemen Agronomi dan Hortikultura)
  • Collage of Agriculture (Fakultas Pertanian)
  • Class Note Based on Mr. Ujang Sumarwan. 2012
http://www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id
Consumer Behavior: Theory and Marketing Aplication (Prilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran). PT. Ghalia Indonesia

·         Department of Family and Consumer Sciences
·         Collage of Human Ecology
·         Bogor Agriculture University
·         Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen
Fakultas Ekologi Manusia – Institut Pertanian Bogor

Selasa, 06 Maret 2012

MOTIVASI DAN KEBUTUHAN dalam Perilaku Konsumen

MOTIVASI DAN KEBUTUHAN
Definisi Motivasi
Oval: Belajar            Motivasi adalah suatu hasrat yang muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan oleh seseorang (konsumen).  Adapun tujuan motivasi konsumen, yaitu, meningkatkan kepuasan, mempertahankan loyalitas, efisiensi, efektivitas,  menciptakan suatu hubungan yang harmonis antara produsen atau penjual dengan pembeli atau konsumen.
            Model Motivas
Oval: Proses Kognetif





Definisi Kebutuhan
            Kebutuhan sendiri adalah sesuatu gap atau pembatas antara apa yang diharapkan dengan apa yang terjadi sebenarnya. Kebutuhan muncul karena konsumen merasakan ketidaknyamanan (state of tension) antara yang seharusnya dirasakan dan yang sesungguhnya dirasakan.  Adapun faktor-faktor yang mendorong munculnya kebutuhan tersebut, yaitu:
1.      Faktor Dalam (biologis & fisiologis): rasa lapar dan haus
2.      Faktor Luar (lingkungan): aroma makanan
Kebutuhan juga dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu:
·         Kebutuhan Primer yaitu untuk mempertahankan kelangsungan hidup
·         Kebutuhan Skunder yaitu sebagai reaksi terhadap lingkungan dan budayanya

Kebutuhan yang dirasakan (felt needs), yaitu kebutuhan yang dibedakan berdasarkan kepada manfaatnya, antara lain: kebutuhan utilitarian (utilitarian needs), yaitu berdasarkan kepada manfaat fungsional dan karakteristik. Sedangkan, kebutuhan hedonik (ekspresive), yaitu berdasarkan sifat psikologis seperti rasa puas, emosi dan gengsi. Tujan ada karena adanya kebutuhan, artinya untuk memenuhi kebutuhan konsumen harus memiliki tujuan akan tindakannya.
Teori Kebutuhan Maslow atau Hierarki Kebutuhan
           
            Teori Engel menyatakan bahwa semakin sejahtera seseorang maka semakin kecil persentase pendapatannya untuk membeli makanan. Selan itu, McClelland mengembangakan suatu teori motivasi yang disebut dengan  McClelland’s Theory of Learned Needs.
Teori McClelland
1.      Kebutuhan Untuk Sukses  (achievement) à Aktualisasi diri dan ego
2.      Kebutuhan Afiliasi (Affiliation) à Hubungan sosial dan rasa aman
3.      Kebutuhan Kekuasaan (Power) à Aktualisasi diri dan ego 
Motivasi dan Strategi Pemasaran
·         Segmentasi à Target pasar dapat diarahkan berdasarkan tingkat kebutuhan konsumen
·         Positioning à citra produk atau jasa yang ingin dilihat oleh konsumen (persepsi konsumen)         
            By: Supawan
  • Class of Consumer Behavior February 2012
  • Department of Agronomy and Horticulture (Departemen Agronomi dan Hortikultura)
  • Collage of Agriculture (Fakultas Pertanian)
  • Class Note Based on Mr. Ujang Sumarwan. 2012
http://www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id
Consumer Behavior: Theory and Marketing Aplication (Prilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran). PT. Ghalia Indonesia

·         Department of Family and Consumer Sciences
·         Collage of Human Ecology
·         Bogor Agriculture University
·         Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen
Fakultas Ekologi Manusia – Institut Pertanian Bogor

MORE POSTING

TV Indonesia

>>>Kalau Mau Nonton TV, stop/Pause the Gen FM Radio!
Glitter Words

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management