Glitter Words
Tampilkan postingan dengan label Hortikultura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hortikultura. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Desember 2011

INDAH DAN CANTIKNYA BUNGA DAHLIA (Dahlia spp. L.)


BUNGA DAHLIA
(Dahlia spp. L.)

Spesies : D. pinnata, D. variabilis, D. coccinea, D. juarezii
Varietas : Figaro dan Rigoletta.
Syarat tumbuh: Memerlukan sinar matahari yang berlimpah tanpa naungan, dapat tumbuh di setiap tanah lempung berpasir yang mengandung humus, memiliki tata udara baik dan gembur, keasaman tanah dengan pH=6,0-8,0, dan dapat tumbuh baik pada daratan tinggi dengan ketinggian optimum 700-1.000 m dpl.
Produktivitas : Bunga untuk areal tanam 1 tumbak (14 m2), dihasilkan bunga sebanyak 1500 kuntum setiap minggu selama 4 bulan panen. Besar ubi dan produksi ubi per batang tergantung dari jenis dahlia. Dahlia kaktus menghasilkan ubi yang besar dan dapat mencapai 2 kg/tanaman. Dalam 10 tumbak (140 m2) dihasilkan 400 kg ubi.
Teknik budidaya :
·         Pembibitan : Teknik penyemaian bibit : perbanyakan generatif dengan benih, perbanyakan vegetatif dengan stek, perbanyakan vegetatif dari ubi.
·         Pengolahan media tanam : Penanaman di polybag (dahlia mini dan dahlia besar) dengan media tanam sekam dan pupuk kandang (6:1) ke dalam polybag 30x20 cm, pembentukan bedengan dengan lebar 70 cm, tinggi 15 cm, dan panjang sesuai dengan kondisi lahan dan jarak antar bedengan 55 cm.
·         Penanaman : Lubang tanam dibuat sedalam 20 x 20 x 20 cm pada jarak tanam 65-75 cm. penanamannya, ubi diletakkan mendatar di dasar lubang dan tutup dengan tanah setebal 5 cm. Dari tunas yang tumbuh hanya satu atau dua yang dibiarkan tetap tumbuh.
·         Pemupukan : Dilakukan setiap 10 hari dengan urea, SP-36 dan KCl masing-masing 2 gram atau NPK sebanyak 5 gram. Pemberian pertama 10 hari setelah pindah tanam. Pupuk diberikan di dalam larikan sejauh 15 cm dari pangkal batang. Tutup pupuk dengan tanah.
·         Panen : Bunga, tiga bulan setelah tanam, bunga pertama dapat dipetik 2 kali seminggu sampai 4 bulan kemudian. Bunga yang siap dipetik telah mekar penuh dengan diameter 10 cm. Ubi dipanen pada waktu tanaman berumur 7 bulan setelah tanam.
·         Hama : Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn.) dengan gejala ulat menyerang tanaman ubi dan batang. Pengendalian dilakukan dengan membunuh ulat bersamaan dengan pembubunan dan penyiangan gulma, pemberian furadan walau tidak selalu efektif dan penyemprotan insektisida Indofuran 3G atau Hostathion.
·         Penyakit : (1) Embun tepung/Powdery mildew, penyebab adalah jamur Oidium tingitanium Sphaetotheca mascularis atau Uncinula necator) dengan gejala bagian yang terserang, terutama daun, tertutup lapisan putih tipis seperti tepung, daun akan mengering dan gugur serta pengendaliannya dengan fungisida Benlate atau Rubigan 120 EC dan (2) Virus, penyebabnya jenis virus CMV, TSV, TSWV dan DMV, dengan gejala pertumbuhan tanaman abnormal sehingga tanaman kerdil dan pengendaliannya dengan mengendalikan perkembangan vektor serangga seperti aphid atau trips, merendam benih dalam air panas, menghancurkan tanaman terinfeksi dan menyemprotkan insektisida.
Sentra produksi : Di Indonesia untuk tujuan komersil, dahlia dibudidayakan di dataran tinggi Lembang dan Cianjur (Jawa Barat).


MELINJO ( Gnetum gnemon )


MELINJO
( Gnetum gnemon )

varietas: varietas kerikil, ketan dan gentong
syarat tumbuh: Tanaman melinjo dapat tumbuh pada tanah-tanah liat/lempung, berpasir dan berkapur, tetapi tidak tahan terhadap tanah yang tergenang air atau yang berkadar asam tinggi dan dapat tumbuh dari ketinggian 0 - 1.200 m dpl. Lahan yang akan ditanami melinjo harus terbuka atau terkena sinar matahari, lubang tanam berukuran 60cm X 60cm X 75cm
produktivitas: 80 - 100 Kg per pohon/tahun
tekhnik budidaya:
jarak tanam: 6m x 6m atau 8m x 8m
dosis pemupukan: pupuk kandang  40-50 kg, diberikan  1/2 - 1 bulan setelah tanam; pupuk ZA 150 g, TSp 50 g dan KCl 50g setiap tanaman diberikan bersama pupuk kandang. Setiap awal dan akhir musim hujan  diberi pupuk kandang 20- 30 kg,  ZA 20 g, TSP 100 g dan KCl 100 g setiap tanaman hingga umur tiga tahun, setelah itu pupuk buatan diberikan dengan peningkatan 1/2-1 kalinya
umur panen: Melinjo akan dipanen dan menghasilkan buah setelah 5- 6 tahun setelah penanaman biji
hama penyakit:. Penyakit - penyakit yang biasa menyerang adalah penyakit layu pembuluh bakteri, penyakit hawar daun bakteri dan penyakit hawar daun cendawan.
pengendalian : Pengendalian penyakit layu pembuluh bakteri dapat dilakukan dengan cara eradikasi (membasmi) tanaman yang sakit, untuk encegah penyebarannya kita harus membersihkan alat - alat yang digunakan untuk menolong tanaman yang sakit, pengendalian penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan cendawan dapat dilakukan dengan memusnah kan bagian tanaman yang sakit. Hama-hama yang diketemukan dalam tanaman melinjo masih belum begitu merugikan sehingga belum perlu dilakukan pengendalian secara kimiawi. Apabila ada yang ingin mencegah serangan hama, maka dianjurkan menggunakan pestisida Demicron dengan dosis 1 - 2 gram per liter air. Pengendalian hama yang efektif, yaitu untuk mencegah serangan hama melalui pengendalian secara mekanik, yaitu dengan cara memotong bagian tanaman yang terserang, kemudian dibakar
sentra produksi: batang (jawatengah),  

Terong (Solanum melongena)


Terong

Solanum melongena


Kingdom
:
Plantae
Kelas
:
Magnoliopsida
Sub kelas
:
Asteridae
Ordo
:
Solanales
Famili
:
Solanaceae
Genus
:
Solanum
Spesies
:
Solanum melongena


Jenis/varietas:
Terung Gelatik (terung lalap), Terung Kopek (buahnya panjang), Terung Craigi (buahnya bulat panjang dengan ujung meruncing), Terung Jepang (buah bulat dan panjang silindris), Terung Medan (buahnya bulat panjang, berukuran mini), Terung Bogor ( bulat besar berwarna keputih-putihan)
Syarat tumbuh:
Hidup di dataran rendah hingga dataran tinggi (1-1.200 m dpl), tanah lempung berpasir dan mengandung abu vulkanis dengan pH 5-6, waktu penanaman terung yang tepat adalah pada awal musim kemarau, suhu optimum 18 – 25°C.
Produktivitas:
Produktivitas terong di Indonesia berkisar antara 7-8 ton/ha atau sekitar 300-400 ton/tahun dengan luas panen 44-50 ha.
Teknik Budidaya:
Jarak tanam: Bedengan dibuat selebar antara 1,2 - 1,4 cm dan panjang sesuai lahan. Kemudian bedengan dibuatkan lubang tanam masing-masing berjarak sekitar 60 cm. Jarak antarbarisan lubang tanam 70-80 cm. Setiap bedengan memuat dua barisan tanaman
Dosis pemupukan:
Umur panen: 4 bulan atau 90 hari sejak semai, Selanjutnya selang seminggu sekali, buah terung dapat dipanen 6-7 kali
Hama dan cara pengendalian:
-           Kutu Daun (Aphis spp.), dengan Basudin 40 WP dan Bayrusi125 EC, JUGA dengan menggunakan predator sebagai pengendalian secara alami, adapun predator yang digunakan adalah kumbang Coccinella Sp.
-          Kumbang Daun (Epilachna spp.), dengan penyemprotan Insektisida
-          Tungau (Tetranychus) dengan menggunakan larutan Kalthene 0,2 %, Dimetoate (Rogor, Roxixon) 0,1 % atau larutan Sumithion 1:1.000 (18 cc dalam 15 liter air)
-          Ulat Grayak (Spodoptera litura, F.), dengan mengatur waktu tanam dan pergiliran tanaman, mengumpulkan ulat, jika perlu gunakan Insektisida
·         Penyakit dan cara pengendalian:
-          Karat daun disebabkan oleh Phomopsis vexans (Sacc & Syd) Harter atau Diaphote vexans Gratz, sebaiknya pada awal penanaman digunakan Dithane M-45 berkonsentrasi 0,2-0,3 %
-          Layu bakteri disebabkan oleh bakteri Pseudomonas solanacearum, atur jarak tanam, lakukan pergiliran tanaman, gunakan Bakterisida
-          Busuk buah disebabkan oleh jamur Phytophthora sp., Phomopsis vexans, Phytium sp., gunakan Fungisida
-          Busuk akar oleh cendawan Yerticilium alboatrum, dikendalikan dengan Dithane M-45 (0,2-0,3 %), dapat juga  dengan perlakuan tanah: lain fumigasi, drainase yang baik, dan rotasi tanaman.

Sentra produksi:
            Brastagi (Sumatera Utara), Dataran tinggi Dieng (Jawa Tengah), dll

LABU SIAM (Sechium edule)


LABU SIAM
(Sechium edule)

Varietas
·         Varietas Labu Siam
·         Varietas Labu Anggur
Sentra Produksi
Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur
Syarat Tumbuh
Wilayah tanamnya menyebar di berbagai belahan dunia, dari daerah beriklim tropis sampai subtropics dan dataran tinggi berhawa dingin maupun dataran rendah berhawa panas. Labu siam tumbuh dengan baik pada ketinggian 200-1.000 m dpl. Labu akan tumbuh optimal pada tanah yang kering, berdrainase dan aerasi baik, gembur, serta kaya bahan organik. Tanah yang cenderung asam dengan pH 5-6,5 justru disukainya.
Produktivitas
20 ton/hari/ha
Teknik Budidaya
·         Jarak Tanam                : 4 m x 4 m
·         Dosis Pemupukan       :
1)      Pupuk kandang 5 kg per lubang tanam,
2)      Pupuk NPK sebanyak 100 g/lubang atau 60-100 kg/ha.
·         Umur Panen                : 4 bulan setelah tanam
·         Hama Penyakit            :
Hama ulat grayak (Spodoptera litura) dapat menghabiskan daun labu. Tanda serangan bisa dilihat pada bekas gigitan yang sering hanya meninggalkan tulang daun saja. Untuk pencegahannya, gulma di sekitar tanaman harus dibersihkan. Selain itu, lakukan penyemprotan sedini mungkin dengan Azodrin, dosisnya 2 cc/l,
Kepik Leptoglossus australis menyerang buah labu. Bila hujan, bekas tusukan hama ini akan terkena air hujan sehingga mudah dimasuki oleh cendawan. Akibatnya buah menjadi lembek dan busuk. Penyemprotan dengan Azodrin seperti dosis di atas juga mampu mengatasi serangan kepik.
Penyakit layu, penyebabnya ialah cendawan Fusarium sp. Mula-mula ujung daun layu, kemudian mengerut, dan akhirnya kering. Cara pengendaliannya, cabut tanaman tersebut dan musnahkan. Penyemprotan Benlate 2 g/l air ke tanaman serta di bekas tanah tempat tanaman terkena akan membantu kesehatan tanaman yang lain.

Seledri (Apium graveolens L.


Seledri
(Apium graveolens L.)


Dikenal sebagai sayuran bumbu (penyedap rasa), ada juga yang mengatakan sebagai obat, penyembuh demam dan darah tinggi, ada pula yang mengatakan sebagai penyubur rambut.
·         Varietas : Seledri potong (Varietas Sylvester), Seledri daun (Varietas Secalium), Seledri berumbi (Varietas Repaceum).
·         Syarat Tumbuh : Seledri merupakan tanaman dataran tinggi yang dapat tumbuh baik pada kisaran suhu 7-16° C. Tanah yang baik untuk areal penanamannya adalah yang subur dan gembur dengan pH 5,5-6,8.
·         Produktivitas : produktivitas seledri rata-rata 8 kg per m2, dengan harga jual Rp4.000 per kg.
·         Teknik Budidaya : Tanaman Seledri dapat ditanam dari dataran rendah hingga dataran tinggi, tetapi untuk mencapai hasil optimal penanamannya dilakukan pada ketinggian antara 1.000 - 1.200 m.dpl Cara pengolahan lahan seperti biasa membuat bedengan-bedengan berukuran 80 - 100 cm. panjang sesuai kebutuhan. Jarak antar bedeng ±40 cm dan kebutuhan pupuk kandang ±20 ton per hektar dicampur rata di atas bedengan. Jarak tanam yang biasa digunakan yaitu 25 x 25 cm2 atau 30 x 30 cm2 dengan dua atau tiga tanaman per lubang.
·         Pemupukan :  Penggunaan pupuk kandang sebagai pupuk dasar, selain itu tanah juga perlu diberi pupuk susulan berupa pupuk buatan, yaitu urea 435 kg/ha, TSP 400 kg/ha, dan KCl 300 kg/ha.
·         Hama penyakit dan pengendalian : Pada Seledri hama yang menyerang adalah Liriomyza atau wereng biasa disebut Aro. Hama ini menghisap cairan daun sampai kering.Pengendalian hama tersebut adalah memakai Curacron, Trigard dan Winder 25 WP. Penyakit pada tanaman Seledri adalah penyakit cacar coklat kuning (Cercospora apii) dan sejenis cendawan (Septoria apii). Kedua penyakit ini gejala yang ditimbulkan hampir sama dan dikendalikan dengan Kocide 77WP.
·         Panen : Seledri mulai dapat dipanen pada umur 6-8 minggu setelah tanam. Yang dipanen adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda.
·         Sentra Produksi : Kebanyakan petani seledri memasarkan seledrinya ke pasar Caringin Bandung, pasar Bogor dan pasar induk Cibitung atau Kramat Jati Jakarta.


BUNCIS (Phaseolus vulgaris


BUNCIS
(Phaseolus vulgaris)


Nama latin        : Phaseolus vulgaris
Famili                 : Leguminoceae
Varietas             : Lebat 1, Gypsy, early bush, Green coat, purple coat.
Syarat tumbuh   : Jenis tanah yang cocok untuk tanaman buncis adalah andosol dan regosol dengan sifat-sifat tanah gembur, remah, subur dan keasaman (pH) 5,5-6, iklim basah sampai kering dengan curah hujan 1.500-2.500 mm/tahun. Suhu udara ideal adalah 20oC-25oC, kelembaban udara ± 55% (sedang). Tanaman buncis tumbuh baik pada ketinggian 1000-1500 m dpl, meski tidak menutup kemungkinan untuk ditanam pada daerah dengan ketinggian antara 300-600 meter.
Produktivitas      : 8,79 ton/ha
Teknik budidaya : Jarak tanaman yang digunakan adalah 20 x 50 cm, pemupukan dilakukan tiga kali yaitu pada saat sebelum tanam (62kg/ha urea, 250 kg/ha SP36, 90kg/ha KCl), 2 MST (62kg/ha urea dan 45/ha KCl), dan 4 MST (62kg/ha urea dan 45/ha KCl). Buncis dapat dipanen pada umur 60 hari. Hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman buncis yaitu kumbang daun, penggerek daun, lalat kacang, kutu daun, ulat jengkal semu, ulat penggulung daun, penyakit antraknosa, penyakit embun tepung, penyakit layu penyakit bercak daun, penyakit hawar daun, penyakit busuk lunak, penyakit karat, penyakit damping off, dan penyakit ujung keriting.
Sentra produksi   : Kotabatu (Bogor), Pengalengan dan Lembang (Bandung), dan Cipanas (Cianjur).

SIKAS si Penghias Rumah


SIKAS

Varietas
Nama Latin : 1. Encephalartos horridus
 2. Encephalartos nubimontanus

Famili         : Cycadinea

Nama Lokal: Pakis Haji

 

Tanaman ini termasuk famili Cycadaceae, dan terdiri lebih dari 90-an spesies. 

Tanaman ini tergolong tanaman sangat kuno, karena telah ada sejak ribuan tahun lalu. Banyak jurnal ilmiah yang mengaitkan tanaman ini dengan jaman Jurrasic yang terjadi ratusan ribu tahun yang lalu.

Secara umum daun sikas berwarna hijau, bentuknya menyerupai bulu dan tumbuh mengarah ke luar dari batang. Sikas adalah tanaman tidak berbunga yang secara fisik baik batang maupun daun menyerupai palem, walaupun secara kekerabatan sikas lebih berkerabat dekat dengan conifers yang ber-reproduksi melalui pembentukan cones and biji (bibit). Salah satu jenis sikas yang paling umum dan banyak dikenal adalah Sikas Revoluta / biasanya disebut Sago Palm. Sama seperti palem, batang daun tumbuh /muncul dari permukaan atas batang tanaman dan membentuk struktur daun dengan pelbagai bentuk maupun warna yang unik sehingga menjadikan sikas sebagai salah satu tanaman hias yang sangat ornamental.

Tehnik Budidaya
Pertumbuhan tanaman ini terbilang lambat. Dalam satu tahun, hanya bertambah tinggi kira-kira 10 cm. Begitu pula dengan kemunculan daunnya. Tidak lebih dari satu helai daun, setiap tahun.
Keistimewaan tanaman yang termasuk langka ini adalah tidak  menuntut banyak perhatian. Sikas bisa diletakkan di dalam maupun luar ruangan. Penyiraman tanaman ini tidak perlu sering dilakukan. Cukup satu sampai dua kali dalam satu minggu.
Kunci kesuburannya, seperti juga pada tanaman lain, adalah media tanam. Sikas membutuhkan media tanam yang porositasnya tinggi, seperti campuran pasir malang dan tanah. Agar lebih subur, dapat diberi pupuk kandang.
Secara alami sikas berkembang biak secara generatif, dengan kawin dan biji. Bisa juga secara vegetatif, dengan pemisahan anakan.
Meski sulit dibudidayakan, perawatan Sikas sangat mudah. Hanya saja, daunnya sering terserang penyakit seperti kutu putih.
Tidak boleh sembarangan memakai pestisida untuk mengendalikan hama, karena bisa merusak daun. Pengendalian juga dapat dilakukan dengan menyikat daun.

Sentra Produksi
Habitat sikas tersebar di berbagai benua di dunia. Asia termasuk di dalamnya. Sebagai bagian dari Asia, Indonesia merupakan salah satu habitat sikas. Sumatera adalah habitat terbesar sikas.

Bugenvil (Bougainvillea spectabilis Willd)


Bugenvil
(Bougainvillea spectabilis Willd)


Syarat Tumbuh
Di wilayah tropis Indonesia, Bugenvil dapat ditanam di dataran rendah sampai pegunungan ± 1.400 mdpl. Meskipun demikian, tanaman ini paling optimum produktif berbunga dan warnanya cerah adalah di daerah yang mempunyai ketinggian antara 700-1.000 mdpl. Pada fase awal pertumbuhan, bugenvil memerlukan curah hujan/air tanah yang memadai. Namun setelah fase reproduktif justru lebih menyenangi iklim kering. Bugenvil menghendaki sinar matahari langsung yang intensitasnya panjang, sehingga cocok ditanam di luar ruangan. Sebaliknya di tempat teduh, bugenvil tumbuh kurus dan tinggi serta bunga kurang produktif.
Produktivitas
Tanaman bunga kertas atau bougainvillea mempunyai bagian tanaman yang berwarna-warni. Oleh karena itu, tanaman bougainvillea menjadi tanaman hias yang sangat populer karena kecantikkan warnanya dan cara merawatnya yang mudah.
Teknik Budidaya
Budidaya tanaman Bugenvil biasanya menggunakan cara stek. Stek adalah perbanyakan tanaman dengan cara pemisahan atau pemotongan bagian tanaman seperti batang, daun, pucuk, dan akar.
Pemupukan
Bugenvil diberi pupuk kandang/kompos dan NPK dengan perbandingan (2:1:1).
Pemangkasan           
Pemangkasan bentuk dilakukan untuk memperoleh bentuk tanaman yang diinginkan. Misalnya, Anda menginginkan bentuk bulat, mirip bonsai, atau dibiarkan tumbuh menjalar seperti pergola. Untuk memperoleh bentuk-bentuk tersebut, lakukan pemangkasan sebagian daun, tunas, cabang atau ranting. Pembentukan bisa dibantu dengan bilahan-bilahan bambu.
Penyiraman
penyiraman dilakukan 1-2 minggu hingga daun-daunya tampak layu dan mulai berguguran. Waktu Berbunga : waktu berbunga bugenvil sekitar 2 minggu. Bunga bugenvil dapat tumbuh seterusnya setelah di panen.
Hama dan Pengendalian
kutu atau kumbang hijau yang menyerang daun, serta cendawan yang menyerang bibit. Kutu bisa dibasmi dengan obat cair khusus yang telah dicampur dengan air, sedangkan untuk jamur yang membandel basmi dengan detergen.

KEMANGI ( Ocimum citriodorum )


KEMANGI
( Ocimum citriodorum )


Syarat Tumbuh
Kemangi tidak menuntut syarat tumbuh yang rumit. Dapat dikatakan semua wilayah di Indonesia bisa ditanami kemangi. Yang jelas tanahnya bersifat asam. Kemangi juga toleran terhadap cuaca panas maupun dingin. Kemangi yang ditanam di daerah dingin daunnya lebih lebar dan lebih hijau. Sedang kemangi di daerah panas daunnya kecil, tipis, dan berwama hijau pucat.
Pedoman Budidaya
Benih Kemangi diperbanyak dengan bijinya. Biji diperoleh dari buah kemangi yang masak di batang. Ciri biji yang tua ialah berwama - hitam dan kering. Biji kemangi harus disemai terlebih dahulu sebelum ditanam. Tanah untuk persemaian diolah hingga gembur. Campur dengan sedikit pupuk kandang. Bila tanah terlalu lengket tambahkan pasir. Lalu taburkan biji kemangi dan tutupi dengan lapisan tanah tipis-tipis. Rawatlah tanaman yang sudah tumbuh di persemaian. Tanaman yang terlalu rapat dikurangi. Cabut tanaman yang lemah atau pertumbuhannya terganggu. Setelah berumur sekitar 4 minggu tanaman muda ini sudah bisa dipindah ke lahan. Kebutuhan benih kemangi untuk penanaman satu hektar lahan sekitar 2-5 kg. Penanaman Kemangi biasanya ditanam dalam bedengan-bedengan. Bedengan berukuran 1-1 m dengan panjang sesuai ukuran lahan. Sebelum penanaman, bedengan diberi pupuk kandang. Antar bedengan dibuat parit pengairan selebar 35 cm. Jarak tanam kemangi ialah 50 x 50 cm atau 60 x 60 cm.
Pemeliharaan
Pemeliharaan Tanaman muda yang sudah di lahan perlu dicek apakah tumbuh dengan baik. Bila ada tanaman yang mati atau pertumbuhannya jelek, harus segera disulam. Penyiangan perlu juga dilakukan. Gulma yang tumbuh dicabut atau dikored. Waktu penyiangan tak perlu menunggu hingga rumput tumbuh besar atau banyak. Bunga-bunga yang tumbuh harus dibuang. Bila tidak maka produksi pucuk segarnya akan menurun. Kuncup bunga dibuang seminggu sekali seraya melakukan pemangkasan. Aturlah agar percabangan menjadi kompak dan pertumbuhan pucuk nantinya tidak berat sebelah, melainkan merata ke segala penjuru. Pemupukan Dosis pupuk kandang yang diberikan ialah 10 ton/ha. Kemangi perlu mendapat tambahan pupuk yang banyak mengandung nitrogen, sepeni Urea. Unsur ini penting untuk merangsang perlumbuhan daun kemangi secara terus-menerus. Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman berumur 3 minggu. Pemupukan kedua saat tanaman berumur 5 minggu. Setiap kali memetik, berikan 3 g pupuk nitrogen per tanaman. Kebutuhan pupuk Urea untuk tanaman kemangi ialah 150 kg/ha.
Hama dan Penyakit
Hama-penyakit yang menyerang tanaman kemangi sangat sedikit. Bahkan petani kemangi sangat jarang melakukan penyemprotan insektisida. Penyemprotan ini memang dihindari karena dikhawatirkan residunya masih tertinggal di daun yang dipanen rutin. Meskipun demikian, bila ditemukan ulat yang menyerang daun kemangi dalam jumlah besar, dapat dilakukan pengendalian dengan insektisida Azodrin sebanyak 20-30 cc/1 air; atau Diazinon 60 EC dengan dosis 1-2 cc/1 air.
Panen dan Pasca Panen
Sejak umur 50 hari sesudah tanam, daun kemangi sudah bisa dipetik. Lakukan pemetikan pada daun-daun muda seperti melakukan pemetikan pucuk teh. Pemetikan akan merangsang pertumbuhan cabang-cabang baru yang memungkinkan lebih banyak tunas baru tumbuh.

Jumat, 16 Desember 2011

BROTOWALI (Tinospora crispa (L.) Miers)

BROTOWALI
(Tinospora crispa (L.) Miers)
Klasifikasi Tanaman
Kingdom      : Plantae
Divisio          : Spermathophyta
Class             : Dicotyledonae
Ordo             : Euphorbiales
Family          : Euphorbiaceae
Genus           : Tinospora
Species         : Tinospora crispa (L.) Miers
Deskripsi Tanaman
Brotowali merupakan perdu yang pertumbuhannya memanjat. Tinggi batang dapat mencapai 2,5 m. Batang sebesar jari kelingking, berbintil-bintil rapat, rasanya pahit. Daun brotowali merupakan daun tunggal, berbentuk jantung dengan ujung meruncing, tepi daun rata, tulang daun menjari, berwarna hijau muda. Panjang daun 7 – 12 cm dan lebar 5 – 10 cm. Panjang tangkai daun 3 – 11 cm dengan pangkal bengkok dan membesar. Bunga brotowali berwarna hijau keputihan dan berbentuk tandan semu.

Senin, 02 Mei 2011

Alot Of PAPAYA dan MACAM MACAM JENIS PEPAYA

  MACAM-MACAM PEPAYA

Nice Papaya From IPB

They are the excellent varieties of papaya IPB....chek this out!!
(http://superagrindo.blogspot.com/)
 
Papaya IPB-1 (Arum Bogor)
     * Age flowering: 121 HST
     * The color of the fruit skin: light green
     * The color of the fruit flesh: reddish orange
     * The middle of the fruit: irregular
     * The base of the fruit: rather enter into
     * The texture of the fruit skin: smooth
     * Weight per piece: 0.63 kg / fruit
     * PTT: 12 ° Brix
     * Violence: 0832 mm / s


MORE POSTING

TV Indonesia

>>>Kalau Mau Nonton TV, stop/Pause the Gen FM Radio!
Glitter Words

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management