Glitter Words
Tampilkan postingan dengan label Laporan Benih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laporan Benih. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Mei 2011

EFISIENSI PEMBERSIHAN DAN PEMILAHAN BENIH DENGAN BLOWER ASPIRATOR



EFISIENSI PEMBERSIHAN DAN PEMILAHAN BENIH 
DENGAN BLOWER ASPIRATOR


PENDAHULUAN
      Setelah benih dibersihkan, dilakukan pemilahan benih atau grading. Pemilahan didasarkan sifat fisik benih seperti ukuran, bobot, warna, panjang dan bentuk. Pemilahan benih dilakukan untuk mendapatkan mutu fisik benih yang seragam bentuk maupun ukurannya. Proses pembersihan dan pemilahan dapat dilakukan sekaligus dengan mesin tertentu. Namun beberapa mesin hanya dapat digunakan untuk pemilahan saja.

EFISIENSI ALAT PEMBERSIH DAN PEMILAH BENIH



EFISIENSI ALAT PEMBERSIH DAN PEMILAH BENIH

PENDAHULUAN
       Pembersihan benih sangat penting karena benih yang kotor tidak baik disimpan lama, secara tidak langsung akan mempengaruhi viabilitas benih karena tersumbatnya ruang antara benih yang akan menimbulkan panas dan kelembaban tinggi sehingga menjadi tempat bersarangnya cendawan maupun hama.
       Proses pembersihan benih bertujuan untuk menghilangkan kotoran-kotoran fisik maupun biji-bijian lain yang mencampuri suatu kelompok benih. Kotoran fisik antara lain yaitu pecahan-pecahan biji, benih-benih yang berukuran kurang sempurna (keriput, inferior, membatu akibat kurang masak atau terserang penyakit), pecahan-pecahan batu maupun ranting-ranting yang terbawa pada proses pemanenan.

Senin, 21 Maret 2011

Kadar Air Benih


PENETAPAN KADAR AIR BENIH

Benih adalah bagian tanaman yang digunakan untuk memperbanyak dan atau mengembangbiakan tanaman. Mutu benih mencakup mutu fisik, mutu fisiologis dan mutu genetika serta memenuhi persyaratan kesehatan benih. Mutu fisik benih diukur dari kebersihan benih, bentuk, ukuran dan warna kecerahan yang homogen serta benih tidak mengalami kerusakan mekanis atau kerusakan akibat serangan hama dan penyakit. Mutu fisiologis diukur dari viabilitas benih, kadar air maupun daya simpan benih.
Yang dimaksud kadar air benih, ialah berat air yang “dikandung” dan yang kemudian hilang karena pemanasan sesuai dengan aturan yang ditetapkan, yang dinyatakan dalam persentase terhadap berat awal contoh benih. Penetapan Kadar Air adalah banyaknya kandungan air dalam benih yang diukur berdasarkan hilangnya kandungan air tersebut & dinyatakan dalam % terhadap berat asal contoh benih. Tujuan penetapan kadar air diantaranya untuk untuk mengetahui kadar air benih sebelum disimpan dan untuk menetapkan kadar air yang tepat selama penyimpanan dalam rangka mempertahankan viabilitas benih tersebut.

Minggu, 13 Maret 2011

Uji Daya Berkecambah Benih


UJI DAYA BERKECAMBAH BENIH

Suatu benih yang berkecambah adalah berkembangnya suatu benih melalui tahapan-tahapan dimana menunjukkan kemampuan untuk berkembang lebih lanjut secara maksimal dalam kondisi lingkungan yang sesuai. Dengan kata lain benih dinyatakan telah berkecambah bila dari benih tersebut telah muncul plumula dan radikula. Pengujian daya kecambah adalah mengecambahkan benih pada kondisi yang sesuai untuk kebutuhan perkecambahan benih tersebut, lalu menghitung presentase daya berkecambahnya. Persentase daya berkecambah merupakan jumlah proporsi benih-benih yang telah menghasilkan perkecambahan dalam kondisi dan periode tertentu. Pengujan daya berkecambah benih bertujuan untuk memperoleh informasi nilai penanaman benih dilapangan, membandingkan kualitas benih antar seed lot (kelompok benih), menduga storabilitas (daya simpan) benih dan memenuhi apakah nilai daya berkecambah benih telah memenuhi peraturan yang berlaku. Adapun cara penghitungan pengujian persentase  berkecambah benih sebagai berikut:

MORE POSTING

TV Indonesia

>>>Kalau Mau Nonton TV, stop/Pause the Gen FM Radio!
Glitter Words

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management