Glitter Words
Tampilkan postingan dengan label Laporan Fistum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laporan Fistum. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juni 2011


SUPLAI NITROGEN PADA TUMBUHAN

I.     Tujuan Percobaan
Mengamati ciri-ciri tanaman yang mengalami defisiensi nitrogen dan mengamati pengaruh nitrogen yang diberikan terhadap kandungan nitrat di dalam kandungan.

II. Pendahuluan
Tumbuhan membutuhkan nitrogen dalam jumlah yang banyak karena merupakan penyusun utama komponen sel tumbuhan yaitu asam amino. Tumbuhan yang sedang dalam pertumbuhan hanya mengandung sedikit nitrat atau ammonia. Tanaman mengabsorpsi nitrogen dalam bentuk nitrat (NO3‾), walaupun ternyata ammonium (NH4+) dapat juga langsung diabsorpsi tanaman. Efisiensi relatif absorpsi ammonium dan nitrat dipengaruhi oleh pH (keasaman) tanah atau mungkin sistem pengambilan haranya yang berbeda.

Senin, 23 Mei 2011

PENGARUH INTENSITAS CAHAYA DAN SUHU TERHADAP LAJU FOTOSINTESIS

PENGARUH INTENSITAS CAHAYA DAN SUHU TERHADAP LAJU FOTOSINTESIS

  1. Tujuan Percobaan
Melihat pengaruh suhu dan intensitas cahaya terhadap laju fotosintesis dengan mengukur banyaknya O2 yang dikeluarkan.

II. Pendahuluan
Fotosintesis merupakan hal yang paling penting bagi tumbuhan hijau dalam memproduksi karbohidrat yang berupa glukosa. Pada tahun 1964 reaksi fotosintesis pertama kali dapat digambarkan secara jelas sebagai pertukar gas sebagai berikut : 6CO2 + 6 H2O C6H12O6 + 6O2 (Salisbury & Ross 1995).

Senin, 09 Mei 2011

INISIASI AKAR


INISIASI AKAR

I. Tujuan Percobaan
Merangsang pembentukan akar pada stek batang kacang panjang dengan auksin

II. Pendahuluan
Zat Pengatur Tumbuh atau ZPT digunakan untuk mengendalikan dan mendukung kelangsungan hidupnya.  Unsur ZPT ini merupakan hormon pada tumbuhan yang merupakan senyawa kimia yang diekskresi oleh suatu organ atau jaringan yang dapat mempengaruhi organ atau jaringan lain dengan cara khusus. Berbeda dengan yang diproduksi oleh hewan senyawa kimia pada tumbuhan sering mempengaruhi sel-sel yang juga penghasil senyawa tersebut disamping mempengaruhi sel lainnya. Dan salah satu tipe Zat Pengatur Tumbuhan tersebut yang telah diidentifikasi yaitu auksin (Wattimena 1988).

UJI BIOLOGIS 2,4-D


UJI BIOLOGIS 2,4-D


I.     TUJUAN
Menenentukan konsentrasi efektif 2,4-D sebagai herbisida dengan menggunakan kurva respon tumbuh akar terhadap logaritma konsentrasi 2,4-D.

II. PENDAULUAN
Zat pengatur tumbuh adalah senyawa organik bukan hara yang dalam jumlah sedikit dapat mendukung, menghambat dan dapat merubah proses fisiologi tanaman (Abidin, 1985). Ada dua jenis zat pengatur tumbuh berdasarkan asalnya, yaitu terbentuk secara alamiah (Auksin) atau dibuat oleh manusia/sintetik (2,4-D).

Senin, 02 Mei 2011

PENGHAMBATAN TUMBUH TUNAS LATERAL DAN DOMINASI TUNAS APIKAL

PENGHAMBATAN TUMBUH TUNAS LATERAL DAN DOMINASI TUNAS APIKAL

TUJUAN
      Meneliti pengaruh Auksin terhadap pertumbuhan tunas lateral

PENDAHULUAN
      Tunas apikal adalah tunas yang tumbuh di pucuk(puncak) batang. Dominasi apikal dan pembentukan cabang lateral dipengaruhi oleh keseimbangan konsentrasi hormon. Dominasi apikal diartikan sebagai persaingan antara tunas pucuk dengan tunas lateral dalam hal pertumbuhan. Selama masih ada tunas pucuk/apikal, pertubuhan tunas lateral akan terhambat sampai jarak tertentu dari pucuk. Dominasi apikal disebabkan oleh auksin yang didifusikan tunas pucuk ke bawah (polar) dan ditimbun pada tunas lateral. Hal ini akan menghambat pertumbuhan tunas lateral karena konsentrasinya masih terlalu tinggi. Pucuk apikal merupakan tempat memproduksi auksin ( Dahlia 2001).

UNSUR HARA ESENSIAL UNTUK PERKEMBANGAN TUMBUHAN


TUJUAN
        Meneliti unsur hara yang dibutuhkan oleh tumbuhan 

PENDAHULUAN
      Pertumbuhan, perkembangan dan produksi suatu tanaman ditentukan oleh dua faktor utama yaitu faktor genetik dan faktor lingkungan. Salah satu faktor lingkungan yang sangat menentukan lajunya pertumbuhan, perkembangan da produksi suatu tanamanadalah tersedianya unsur-unsur hara yang cukup di dalam tanah. Diantaranya 105 unsur yang ada di atas permukaan bumi, ternyata baru 16 unsur yang mutlak diperlukan oleh suatu tanaman untuk dapat menyelesaikan siklus hidupnya dengan sempurna. Ke 16 unsur tersebut terdiri dari 9 unsur makro dan 7 unsur mikro. 9 unsur makro dan 7 unsur mikro inilah yang disebut sebagai unsur -unsur esensial (http://www.tanindo.com/abdi4/hal2701.htm). 

AKUMULASI UNSUR KLORIDA DALAM SEL TUMBUHAN


AKUMULASI UNSUR KLORIDA DALAM SEL TUMBUHAN

TUJUA
Menyelidiki ion klorida (Cl) di dalam sel tumbuhan. 
PENDAHULUAN
Absorbsi ion – ion garam mineral oleh akar tumbuhan oleh akar tumbuhan meilputi dua proses pertukaran ion dan akumulasi ion. Pertukaran ion merupakan proses pertama,diamana ion – ion garam mineral yang akan masuk ke dalam sel mencapai dinding sel. Untuk setiap ion – ion yang diabsorbsi, sel melepaskan ion dengan muatan yang sama, sehingga sel tetap bermuatan netral. Proses pertukaran ion bersifat pasif tidak memerlukan energi, sedangkan proses akumulasi bersifat aktif ini disebabkan proses ini memerlukan energi untuk mentransfer ion ke dalam vakuola. Energi tersebut didapatkan melalui proses resprasi aerobik. Proses difusi tersebut akan berlangsungan karena adanya konsentrasi beberapa ion yang ada di dalam sitosol dipertahankan untuk tetap rendah oleh karena ion – ion tersebut masuk kedalam sitosol yang akan dirubah menjadi ke bentuk lain(Campbell dan Recce, 2002)

Senin, 14 Maret 2011

Komposisi Kimia Membran Sel dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permeabilitas Membran Sel

  1. Tujuan
Melihat pengaruh berbagai perlakuan fisik dan kimia terhadap permeabilitas membran.
  1. Pendahuluan
          Membran sel merupakan lapisan yang melindungi inti sel dan sitoplasma, serta membungkus organel-organel di dalam sel. Membrane sel merupakan lapisan semi permeable yang mengontrol pertukaran zat-zat, antara bagian dalam sel dan lingkungan luar. Membran sel terdiri dari banyak tipe molekul, dan setiap tipe ini memiliki kegunaan yang berbeda-beda dalam struktur dan fungsinya sebagai penyusun membran. Beberapa contoh dari molekul tersebut adalah : Fosfolipid, Protein, Kolestrol, Glikolipid, dan Glikoprotein. Molekul penyusun membran sel memiliki struktur yang dinamis, dimana komponen-komponennya bergerak dan dapat terikat bersama dalam berbagai bentuk interaksi semi permanen. (Wikipedia, 2010)

MORE POSTING

TV Indonesia

>>>Kalau Mau Nonton TV, stop/Pause the Gen FM Radio!
Glitter Words

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management