Sabtu, 17 Desember 2011

SIKAS si Penghias Rumah


SIKAS

Varietas
Nama Latin : 1. Encephalartos horridus
 2. Encephalartos nubimontanus

Famili         : Cycadinea

Nama Lokal: Pakis Haji

 

Tanaman ini termasuk famili Cycadaceae, dan terdiri lebih dari 90-an spesies. 

Tanaman ini tergolong tanaman sangat kuno, karena telah ada sejak ribuan tahun lalu. Banyak jurnal ilmiah yang mengaitkan tanaman ini dengan jaman Jurrasic yang terjadi ratusan ribu tahun yang lalu.

Secara umum daun sikas berwarna hijau, bentuknya menyerupai bulu dan tumbuh mengarah ke luar dari batang. Sikas adalah tanaman tidak berbunga yang secara fisik baik batang maupun daun menyerupai palem, walaupun secara kekerabatan sikas lebih berkerabat dekat dengan conifers yang ber-reproduksi melalui pembentukan cones and biji (bibit). Salah satu jenis sikas yang paling umum dan banyak dikenal adalah Sikas Revoluta / biasanya disebut Sago Palm. Sama seperti palem, batang daun tumbuh /muncul dari permukaan atas batang tanaman dan membentuk struktur daun dengan pelbagai bentuk maupun warna yang unik sehingga menjadikan sikas sebagai salah satu tanaman hias yang sangat ornamental.

Tehnik Budidaya
Pertumbuhan tanaman ini terbilang lambat. Dalam satu tahun, hanya bertambah tinggi kira-kira 10 cm. Begitu pula dengan kemunculan daunnya. Tidak lebih dari satu helai daun, setiap tahun.
Keistimewaan tanaman yang termasuk langka ini adalah tidak  menuntut banyak perhatian. Sikas bisa diletakkan di dalam maupun luar ruangan. Penyiraman tanaman ini tidak perlu sering dilakukan. Cukup satu sampai dua kali dalam satu minggu.
Kunci kesuburannya, seperti juga pada tanaman lain, adalah media tanam. Sikas membutuhkan media tanam yang porositasnya tinggi, seperti campuran pasir malang dan tanah. Agar lebih subur, dapat diberi pupuk kandang.
Secara alami sikas berkembang biak secara generatif, dengan kawin dan biji. Bisa juga secara vegetatif, dengan pemisahan anakan.
Meski sulit dibudidayakan, perawatan Sikas sangat mudah. Hanya saja, daunnya sering terserang penyakit seperti kutu putih.
Tidak boleh sembarangan memakai pestisida untuk mengendalikan hama, karena bisa merusak daun. Pengendalian juga dapat dilakukan dengan menyikat daun.

Sentra Produksi
Habitat sikas tersebar di berbagai benua di dunia. Asia termasuk di dalamnya. Sebagai bagian dari Asia, Indonesia merupakan salah satu habitat sikas. Sumatera adalah habitat terbesar sikas.
Reaksi:

0 komentar:

Google+ Badge

MORE POSTING

TV Indonesia

>>>Kalau Mau Nonton TV, stop/Pause the Gen FM Radio!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management