Kamis, 05 Mei 2011

TEKNIK PRODUKSI BENIH KACANG HIJAU


TEKNIK PRODUKSI BENIH KACANG HIJAU

Pendahuluan
Dibanding dengan tanaman kacang-kacangan lain, kacang hijau memiliki kelebihan ditinjau dari segi agronomi maupun ekonomis seperti : (a) lebih tahan kekeringan, (b) serangan hama penyakit lebih sedikit, (c) dapat dipanen pada umur 55-60 hari, (d) dapat ditanam pada tanah yang kurang subur, dan cara budidayanya mudah. Dengan demikian, kacang hijau mempunyai potensi yang tinggi untuk dikembangkan. Untuk mempercepat perkembangan, ketersediaan benih yang memadai dari varietas unggul yang sudah dilepas merupakan kunci keberhasilan.


Benih
Kebutuhan benih per hektar sekitar 20-25 kg dengan daya tumbuh 80-100%.

Lahan
     Dibuat saluran drainase dengan lebar dan kedalaman 20-30 cm, jarak antar saluran 3,0-3,5 m (keliling dan melintang/membujur petakan/lahan). Lahan sawah bekas tanaman padi yang baru dipanen tidak perlu diolah, jeraminya cukup dipotong rata dengan tanah. Lahan kering dan sawah yang sudah agak lama tidak ditanami perlu dilakukan pengolahan tanah secara sempurna.

Benih kacang hijau menyukai tanah yang hangat dan dengan matahari penuh. Jangan menanam bibit sampai suhu tanah tetap di atas 65 derajat Fahrenheit.

Penanaman
Benih ditanam secara tugal 2-3 biji/lubang dengan kedalaman 3-5 cm,
kemudian ditutup dengan abu jerami atau tanah. Jarak tanam 40-50 x 10 cm populasi 400.000-500.000 tanaman/ha.

Pemupukan
     Pemupukan pertama (0-1 minggu setelah tanam) 25 kg Urea, 60 kg SP-36, 50 kg KCI per hektar. Ketiga pupuk dicampur dan diberikan secara larikan di samping baris tanaman atau dengan tugal. Pemupukan kedua umur 2-3 minggu setelah tanam dengan 25 kg Urea yang diberikan secara larikan di sebelah tanaman.

Penyiangan
Penyiangan dilakukan 2 (dua) kali selama pertumbuhan tanaman yaitu pada umur 10-15 HST dan pads umur 25-30 HST.

Pengairan
Kacang hijau termasuk tanaman yang toleran terhadap kekurangan air yang penting tanah cukup kelembabannya. Bila tanahnya kering,  ebaiknya segera diairi terutama pada periode kritis yakni pada saat tanam, saat berbunga dan saat pengisian biji.

Pengendalian Hama
Beberapa jenis hama tanaman kacang hijau antara lain : Lalat Kacang
(Ophiomya phaseoli), Ulat Jengkal Hijou (Phusia chalcites), Ulat Grayak
(Prodanio litura), Penggerek Polong (Maruca testulalis), Kutu Aphis (Aphis
craccivora), Kepik Hijau (Nezara viridula), dan Kutu Thrips (Benusia tabaci). Untuk pengendalian ulat daun maupun penggerek polong dapat
digunakan insektisida : Marshal, Fastac, Decis, Matador dan Atabron. Untuk mengendalikan kutu dan kepik yang menyerang daun maupun polong dapat digunakan insektisida diantaranya : Decis, Basso, Kiltop, Ambush, Larvin.

Penyakit
Penyakit yang sering muncul pada tanaman kacang hijau antara lain

a.       Penyakit yang disebabkan oleh jamur/cendowan seperti bercak-bercak daun (Cercospora c.), karat daun (Uromycus sp), Kudis (Elismoe iwatae), embung tepung (Erysipha p.) dan Rhizoctonia s.
b.      Pengendalian
- Menanam varietas tahan seperti Walet, Nuri, Gelatik dan Kenari.
- Membuat saluran drainase/bedengan.
- Menghindari tanah dan sisa tanaman yang terinfeksi jamur atau cendawan.
- Aplikasi fungisida scat tanam (mencampur pads benih) dan pada pertanaman dengan Benlate, Dithene M 45, Bayleton, Bavistin, Topsin M, Cobox atau Cuprovit.

Penyakit : Virus Belong (Blackgram mottle) dan Mosaik Kuning (Bean yellow).
Pengendalian :
a)      penanaman varietas tahan dan bebas virus.
b)      mencabut dan membakar tanaman terserang.
c)      menggunakan insektisida untuk memberantas serangga vektor di lapangan.
d)     melakukan pergiliran tanaman.

Panen
Umur panen bervariasi dari 55-70 hari. Panen dilakukan jika polong telah kering dan mudah pecah. Panen dapat dilakukan satu kali atau dua atau tiga kali, tergantung varietas.

Pengeringan dan Pengolahan
Hasil panen langsung dijemur di atas lantai beralaskan terpal atau karung dengan ketebalan 2-3 cm, pembalikan dilakukan setiap ± 3 jam. Polong yang sudah kering dipukul-pukul sampai kulit polong pecah (di lantai atau dalam karung) dan pemisahan biji dari kulit polong dilakukan dengan nyiru, tampi atau blower. Biji yang sudah bersih dijemur lagi hingga mencapai kadar air 8-9%.

Sortasi dan Penyimpanan
Biji yang sudah mencapai kadar air 8-9% ditampi atau diayak untuk memisahkan benih bogus dan benih jelek. Biji yang sudah disortir dimasukkan dalam kantong kantong plastik berukuran 5-10 kg, ditutup dengan sistem rapat udara (diikat kuat-kuat). Bila tidak tersedia kantong plastik dapat juga digunakan blek/kaleng minyak dan ditutup dengan parafin/lilin. Sebelum disimpan dalam blek, benih dicampur dengan abu dapur atau insektisida.

Daftar Pustaka

http://www.ipmcenters.org/ [Diakses tanggal 23 Maret 2010]
http://www.deptan.go.id/ [Diakses tanggal 23 Maret 2010]
Reaksi:

0 komentar:

Google+ Badge

MORE POSTING

TV Indonesia

>>>Kalau Mau Nonton TV, stop/Pause the Gen FM Radio!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management