Jumat, 11 November 2011

Dampak Penggunaan Pestisida

Dampak Penggunaan Pestisida Pertanian 


Pestisida merupakan bahan kimia, campuran bahan kimia atau bahan-bahan lain yang bersifat bioaktif yang pada hakikatnya digunakan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Namun, setelah dilakukan beberapa penelitia oleh ahlinya, telah ditemukan dan diproduksi juga pestisida hayati, yaitu pestisida yang berasal dari makhluk hidup bukan dari bahan kimia atau campuran bahan kimia. Ada berbagai macam pestisida yang dipasarkan, namun pada dasarnya, sebagian besar pestisida bersifat racun. Oleh sebab sifatnya sebagai racun itulah pestisida dibuat, dijual dan digunakan untuk meracuni OPT (Organisme Pengganggu Tanaman). Setiap racun berpotensi mengandung bahaya. Oleh karena itu, ketidakbijaksanaan dalam penggunaan pestisida pertanian bisa menimbulkan dampak negatif. Beberapa dampak negative dari penggunaan pestisida antara lain sebagai berikut:


1. Dampak Bagi Kesehatan Petani
Penggunaan pestisida bisa mengontaminasi pengguna secara langsung sehingga mengakibatkan keracunan. Dalam hal ini, keracunan bisa dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu keracunan akut ringan, keracunan akut berat dan kronis. Keracunan akut ringan menimbulkan pusing, sakit kepala, iritasi kulit ringan, badan terasa sakit dan diare. Keracunan akut berat menimbulkan gejala mual, menggigil, kejang perut, sulit bernapas keluar air liur, pupil mata mengecil dan denyut nadi meningkat. Selanjutnya, keracunan yang sangat berat dapat mengakibatkan pingsan, kejang-kejang, bahkan bisa mengakibatkan kematian. Keracunan kronis lebih sulit dideteksi karena tidak segera terasa dan tidak menimbulkan gejala serta tanda yang spesifik. Namun, Keracunan kronis dalam jangka waktu yang lama bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Beberapa gangguan kesehatan yang sering dihubungkan dengan penggunaan pestisida diantaranya iritasi mata dan kulit, kanker, keguguran, cacat pada bayi, serta gangguan saraf, hati, ginjal dan pernapasan.

2. Dampak Bagi Konsumen
Dampak pestisida bagi konsumen umumnya berbentuk keracunan kronis yang tidak segera terasa. Namun, dalam jangka waktu lama mungkin bisa menimbulkan gangguan kesehatan. Meskipun sangat jarang, pestisida dapat pula menyebabkan keracunan akut, misalnya dalam hal konsumen mengkonsumsi produk pertanian yang mengandung residu dalam jumlah besar.

3. Dampak Bagi Kelestarian Lingkungan
Dampak penggunaan pestisida bagi lingkungan bisa dikelompokkan menjadi dua kategori.

a. Bagi Lingkungan Umum
1)  Pencemaran lingkungan (air, tanah dan udara).
2)  Terbunuhnya organisme non target karena terpapar secara langsung.
3)  Terbunuhnya organisme non target karena pestisida memasuki rantai makanan.
4) Menumpuknya pestisida dalam jaringan tubuh organisme melalui rantai makanan (bioakumulasi)
5) Pada kasus pestisida yang persisten (bertahan lama), konsentrasi pestisida dalam tingkat trofik rantai makanan semakin keatas akan
semakin tinggi (bioakumulasi).
6) Penyederhanaan rantai makanan alami.
7) Penyederhanaan keragaman hayati.
8) Menimbulkan efek negatif terhadap manusia secara tidak langsung melalui rantai makanan.
b. Bagi Lingkungan Pertanian
1) OPT menjadi kebal terhadap suatu pestisida (timbul resistensi OPT terhadap pestisida)
2) Meningkatnya populasi hama setelah penggunaan pestisida
3) Timbulnya hama baru, bisa hama yang selama ini dianggap tidak penting maupun hama yang sama sekali baru.
4) Terbunuhnya musuh alami hama.
5) Perubahan flora, khusus pada penggunaan herbisida.
6) Fitotoksik (meracuni tanaman)
4. Dampak Sosial Ekonomi
a. Penggunaan pestisida yang tidak terkendali menyebabkan biaya produksi menjadi tinggi.
b. Timbulnya biaya sosial, misalnya biaya pengobatan dan hilangnya hari kerja jika terjadi keracunan.
c. Publikasi negatif di media massa
Selain kasus-kasus di atas, sumber lain mengatakan bahwa pestisida juga dapat menimbulkan pengaruh terhadap kesehatan dan lingkungan hidup manusia.  Pada proses ini ketika membicarakan kesehatan dan penyakit tidak terlepas dari aspek : Physical, Social, Biological, Environmental (lingkungan alam sekitar). Begitu juga ketika berbicara soal dampak kesehatan dan lingkungan tidak terlepas dari analisis dan hubungan – hubungan timbal balik antara : Pysical, Social, Biological dan environmental.
Pestisida dan Lingkungan
Bahwa pengertian bahaya pestisida dan lingkungan perlu menyampaikan pula tentang jenis atau bahan aktif kimia yang mampu merusak dari berbagai faktor meliputi :


 Insektisida : Serangga
 Herbisida : Rumput
 Rodenticides : Binatang
 Kill Snails : Membunuh siput
 Kill rats : Membunuh tikus
 Kill Weeds : Membunuh rumput – rumputan
 Dll


       Pestisida mampu membunuh semua organisme yang hidup baik binatang, manusia sehingga pestisida disebut Racun. Pestisida juga mampu meninggalkan residu didalam tanah dengan kekuatan berpuluh – puluh tahun. Perempuanpun tidak mau kalah untuk mengetahui bahaya pestisida

Dampak Terhadap Perempuan
Pada bagian ini seorang fasilitator perlu menyampaikan bahwa peran perempuan didalam kehidupan manusia berperan sebagai proses regenerasi sehingga perempuan manjadi penyelamat generasi berikutnya. Apabila perempuan terkontaminasi pestisida akan berpengaruh terhadap anak yang dikandungnya (bagi usia produktif). Pada proses body mapping perlu mempertajam analisis dari pendapat peserta, karena pendapat peserta belum tentu memahami secara benar
sehingga perlu diulang – ulang agar peserta paham betul akibat yang ditimbulkan oleh pestisida dikemudian hari. Proses belajar masyarakat untuk mengetahui dampak pestisida

KESIMPULAN

            Pestisida merupakan bahan kimia, campuran bahan kimia atau bahan bahan lain yang bersifat bioaktif yang pada hakikatnya digunakan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman. Namun, setelah dilakukan beberapa penelitia oleh ahlinya, telah ditemukan dan diproduksi juga pestisida hayati, yaitu pestisida yang berasal dari makhluk hidup bukan dari bahan kimia atau campuran bahan kimia. Ada berbagai macam pestisida yang dipasarkan, namun pada dasarnya, sebagian besar pestisida bersifat racun. Oleh karena itu, agar dapat menghindari atau meminimalkan dampak negatif bahkan tidak menimbulkan dampak negatif, sebaikanya pemakaian pestisiada dilakukan sebijak mungkin. Dalam hal ini harus tepat dosis, tepat guna, tepat sasaran, tepat waktu dan tepat penanggulangan limbah dari pestisida tersebut. 
Bacaan Lain: Klik Disini 
Reaksi:

0 komentar:

Google+ Badge

MORE POSTING

TV Indonesia

>>>Kalau Mau Nonton TV, stop/Pause the Gen FM Radio!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management